This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, May 7, 2020

Jangan menciptakan kelangkaan di tengah pandemi

Sebuah video pendek yang menarik menceritakan tentang sebuah Negara yang berhasil menekan angka kematian akibat Corana-19. Negara kecil itu adalah Taiwan. Negara yang begitu dekat dengan China ini berhasil menyudahi angka penularan tanpa menerapkan lockdown. Angka kematian juga sangat kecil. Dikutip dari Worldometers.info kasus corana di Taiwan adalah 440 kasus dengan 6 kematian. Mereka tetap menerapakan Social distancing/Physical Distancing pada setiap aktivitas keseharian yang mereka lakukan. Aktivitas perekonomian berjalan seperti biasa dan sekolah-sekolah tetap dibuka. Mereka saling bahu membahu melawan virus yang sangat mematikan tersebut tanpa menciptakan sebuah peluang ekonomi yang hanya menguntung satu pihak.

Covid-19 biarkan menjadi pekerjaan pemerintah, urasan kita adalah bisnis”

Jika melihat beberapa video di media sosial. Jelas bagi kita bahwa di sana ada “Take care” dari seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi pandemi yang melanda negaranya. Mengurus pandemi bukan hanya oleh pemerintah saja melainkan oleh seluruh rakyat. Tidak ada kesempatan ataupun peluang bisnis. Alhasil, Negara tersebut berhasil mengirimkan bantuan masker kebeberapa negara yang terjangkit Corona-19.

Beda halnya dengan Indonesia, kelangkaan masker terjadi setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan. Anda sudah tidak mungkin mendapatkan masker di toko obat. Jika itupun ada, Harganya sudah mulai naik. Dan akan terus naik. 

WTF….??? Mencari keuntungan bukan pada saat pendemi seperti ini. Tapi di negara yang makmur ini, kejadian seperti itu bukanlah sebuah aib.

Anda juga sudah tidak menemukan hand sanitizer dan cairan disinfektan di pasar ataupun di minimarket. Semuanya habis terjual oleh pembeli. Ada pembeli yang butuh dan pembeli yang sengaja menimbun demi sebuah keuntungan yang manis. Loh, kok ngomong gitu?

Jika Anda membutuhkan masker, hand sanitizer, cairan disinfektan saat ini, jangan cari di toko, minimarket ataupun mall. Di sana Anda tidak akan menemukan semua itu. Carilah di situs jual beli online. Di sana tidak pernah kehabisan stock. Tapi jangan pernah heran dengan harganya. Harganya bisa dua atau 3 kali dari harga biasanya. Mau beli dengan merek dan ukuran yang mana saja. Ada.

Ini Indonesia. Pandemi menciptakan kemungkinan. 

Pandemi menciptakan peluang besar untuk menjadi seller musiman. Banyak toko dadakan yang menjual barang yang langka dimusim pandemic. Tidak peduli betapa butuhnya orang lain dengan barang yang telah ditimbun. Semua memikirkan peluang tanpa sebuah kepedulian.

Pada saat seperti inilah kita “Take care” dengan sesama kita. Jangan biarkan pemerintah mengatasi pandemic sendirian. Kita juga bisa. Dengan cara apa? Jangan menimbun barang yang langka dimusim pandemic (masker, hand sanitizer, cairan disinfektan, dan kebutuhan pokok yang lain). Dan bila mana barang-barang tersebut sudah ditimbun maka jual dengan harga normal. 

Satu orang sakit akan menyebabkan 1000 orang sakit. Dan jika 1000 orang sakit maka sudah dipastikan, kamu yang suka menimbun barang langka tersebut akan juga sakit. 

Lalu apa yang kita inginkan? Apakah kita ingin pandemi ini terus berlanjut? Tentu tidak. Mari saling “Take care” tanpa menciptakan kelangkaan. Jangan menciptakan kelangkaan yang menimbulkan kemungkinan.


Monday, May 4, 2020

Shopee Tanam. Game dari Shopee ini bisa jadi pengisi waktumu saat StayAtHome

Cara bermain Shopee Tanam

Update!!!

Sekarang Shopee Tanam Kilat berlangsung selama 4 menit.

Selama musim pandemi yang disebabkan oleh Covid-19 (Corona Virus Disease-2019) di Indonesia, sudah bisa dipastikan bahwa seluruh masyarakat mengahabiskan waktu kosongnya di rumah. Supaya tetap produktif kamu bisa menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan produktif meskipun tetap di rumah aja. Baca: Be Productive! Lakukan5 hal ini saat StayAtHome

Kamu juga bisa mengisi waktumu dengan beberapa kegiatan yang fun, menyehatkan dan tentunya dapat menemanimu selama ibadah puasa. Baca: Be Fun! Lakukan 5 hal ini saat StayAtHome

Ada satu aplikasi yang bisa kamu mainkan dan tidak kalah serunya dengan aplikasi game yang lain dan dijamin dapat mengisi waktu senggang saat kamu di rumah. Tulisan ini hanyalah pengalaman dan rekomendasi dari penulis sebagai pengguna aplikasi Shopee tanpa unsur apapun dari pihak manapun. Seluruh objek beserta materi pada hasil tangkapan layar (screenshots) adalah milik Shopee. Hehehe. So, Please StayAtHome. Baca: StayAtHome Aja

Sudah penasaran kan? Mari simak game dari Aplikasi Shopee yang bisa kamu mainkan di rumah dan tentunya kamu gak akan pernah rugi. Kamu pasti untung karena hadiah yang akan diberikan bukanlah janji semata. Semuanya terpampang nyata di depan mata. Hehehe.

Hal perlu kamu persiapkan sebelum main games dari Shopee adalah paket internet kamu. Ada beberapa provider di Indonesia yang sudah memberikan bonus data untuk mengakses beberapa aplikasi belanja seperti shopee dengan hanya membayar recehan saja. Googling deh…. Jangan lupa juga kamu harus download aplikasi Shopee di Aplikasi Store Smartphonemu dan silahkan mendaftar ataupun login. Kalau kamu tidak login maka kamu tidak bisa bermain games di aplikasi Shopee. Ups….Hampir lupa. Saya akan memanggil kamu dengan istilah “sobat” karena kata tersebut sangat akrab dengan mereka pengguna aplikasi Shopee.

Tanpa basa-basi lagi, ini dia game dari Shopee yang bisa sobat mainkan saat StayAtHome.

Shopee Tanam

Game dari Aplikasi Shopee yang satu ini lagi happening banget loh sobat. Kok bisa? Dengan bermain Shopee Tanam, sobat bisa mendapatkan koin dari 100 hingga jutaan koin. Satu koin Shopee bisa bernilai 1 rupiah loh sobat Shoppe. Bayangkan jika kamu dapat satu juta koin maka kamu langsung auto hepi dan langsung beli produk incaranmu.

Cara bermain dari game ini sangatlah mudah. Sobat hanya perlu menanam bibit tanaman yang hendak kamu panen lalu rajin menyiramnya. Ada banyak jenis bibit di Shopee Tanam. Ada THR, Voucher belanja, Cashback, Beras,Voucher KFC, dan masih banyak lagi. Sobat perlu banyak air agar tanamanmu cepat tumbuh hingga panen. Setiap 3.40 menit kamu akan diberikan 1 tetes air oleh system hingga keranjang airmu penuh. 1 keranjang air hanya bisa menampung 50 tetes air. Jadi, pastikan sobat shopee selalu menyiram tanamanmu tepat waktu.

Lalu bagaimana caranya agar tanaman sabahat shopee cepat panen? Gampang banget. Kamu hanya perlu meminta bantuan dari teman-teman di social media kamu. Sobat Shopee pernah dengar istilah sirbal gak? Nah, Sirbal adalah singkatan dari Siram Balik. Dengan saling membantu menyiram tanaman, kamu dan temanmu dapat panen bersama-sama.

Lalu berapa kira-kira ya banyak koin hasil panen yang bisa sahabat Shopee dapatkan untuk sekali panen…? Nah, untuk sobat ketahui. Hasil panen berupa koin berbeda beda untuk setiap user. Ada yang hasil panennya memuaskan dan ada juga yang hasilnya sedikit. Siram tanaman dengan air yang sama, tapi kok hasilnya berbeda-beda? Cuma miminnya shopee yang tau jawabannya. Hihihi.

Nah, Mimin sudah bermain game ini hampir dua minggu dan suka duka bermain game ini sangatlah beragam. Kadang hasil panennya banyak terkadang juga sedikit. Terkadang juga kita menyiram tanaman teman tetapi tanaman kita sendiri tidak disiram balik. Sedih ya…. Tapi mimin tetap semangat untuk mendapatkan 1 juta koin dari shopee. Hihihi… Nah gambar  di bawah ini adalah hasil random dari panen mimin selama ini.

Hasil panen di Shopee Tanam

Jika sobat shopee perhatikan hasil dari panen mimin pada gambar di atas, ternyata hasil panen mimin tidak seberapa ya. Sobat shopee tau penyebabnya gak? Ternyata eh…Ternyata. Mimin panen di waktu yang tidak tepat sobat shoppe. Akhir-akhir ini, akhirnya pihak Shopee udah ngasi bocoran kapan waktu terbaik untuk panen agar koin yang kita dapatkan melimpah. Mau tau kapan waktu panen terbaik? Simak video berikut ya sobat shopee….

Nah, udah pada nonton kan sobat Shopee. Ternyata panen terbaik itu ada pada pukul 9 pagi, 12 siang, 15 Sore dan 18 sore. Jadi kamu harus memperhintungkan dengan baik agar tananammu bisa panen pada jam-jam di atas. Setiap hari kamu bisa panen 2-4 kali dalam sehari dan juga bisa lebih. Tergantung asupan air dari tanamanmu. Gimana, Seru banget kan.

Sobat Shopee mau panennya yang serba cepat? Bisa. Kamu perlu memasang reminder di hp kamu sehingga setiap jam 12 siang dan jam 5 sore kamu bisa main Shopee Tanam Kilat. Sobat Shopee bisa panen kilat. Cuma 2 menit loh sobat Shopee. Ingat, waktu kamu untuk bermain ini adalah 10 menit. So, kamu sudah pantengin hp kamu di jam-jam yang saya sebutkan di atas. Minta bantu kepada teman-temanmu agar kamu bisa kebagian Shopee Tanam Kilat dan mana tau kamu dapat hadiah special dari Shopee selama bulan puasa. Jadi, buruan buka aplikasi Shopee. Dan khusus untuk hari ini, 05 Mei 2020. Shopee Tanam kilat ada juga di jam 08.10 malam sobat. Selamat bermain ya….

Itu dia sobat Shopee game dari Aplikasi Shopee yang bisa kamu mainkan selama kamu StayAtHome. Penasaran dengan ulasan games dari Shopee yang lain? Sabar ya…. Kita akan terbitkan ulasannya dalam waktu dekat. So, tetap lakukan social distancing, pakai masker ketika keluar rumah dan bersabarlah…. Semoga Covid-19 akan segera berlalu. Amin.


Sunday, May 3, 2020

Be Productive! Lakukan 5 hal ini saat StayAtHome



Virus Corana yang melanda Indonesia di awal tahun 2020 menyebabkan ketakutan tersendiri diseluruh lapisan masyarakat. Rasa cemas akan akibat yang disebabkan oleh virus ini selalu terbayang di depan mata seluruh masyarakat Indonesia. Terbatasnya perlengkapan medis di puskemas memberikan kesan seram jika penyakit ini diderita oleh seseorang yang tinggal dipedesaan. Hilanganya pekerjaaan, mahalnya kebutuhan pangan seakan menjadi satu paket lengkap disaat pandemi ini bergejolak pada bulan puasa.
Supaya harimu gak membosankan selama dirumah, kamu bisa 5 hal berikut agar kamu tetap produktif.

Memasak
Memasak makanan ataupun membuat kue bisa menjadi pilihan pertama saat kamu di rumah aja. Coba bereksperimen  dengan menu baru dan diskusikan kendala yang kamu alami dengan teman di jejaring social yang kamu miliki. Ekspriskan semua keingintahuanmu pada makanan yang selama ini memberikan rasa penasaran yang teramat dalam. Inilah saatnya kamu menjawab rasa penarasaranmu itu. Jika usahamu berhasil, jangan lupa mengabadikanya dengan sebuah foto cantik. Instagram bisa menjadi media promosimu. Mana tau, teman yang melihat hasil karyamu tertarik akhirnya memesan beberapa jenis kue darimu. Wow banget kan.

Berkebun
StayAtHome bukan berarti kamu mengurung diri dan bermalasmalasan seharian di kamar. Itu tidak benar. StayAtHome bisa diisi dengan berkebun. Lahan tidur yang ada di samping rumah bisa menjadi tempat yang baik untuk mengeluarkan keringat dan berjemur sambil menanam tanaman cepat panen seperti cabe, kangkung, terong dan berbagai sayuran lainnya.

Jualan Online
Dari rumah kamu bisa tetap productive dengan menjadi seller diberbagai aplikasi belanja yang ada di Indonesia. Di sana kamu bisa menjual masker, pakaian, obat-obatan, dan berbagai produk kebutuhan rumah tangga dengan bebas tanpa keluar rumah. Kamu hanya perlu menyiapkan smartphone kamu maka transaksi online sudah ada pada jarimu.

Video Maker/Blogger
StayAtHome menjadi kesempatan baik buat kamu menjadi seorang gamer, youtuber ataupun seorang blogger. StayAtHome merupakan angin surga bagi kamu yang terbiasa mencari pendapatan tambahan dari dunia internet.

Graphic Designer
Hal terakhir yang bisa kamu lakukan saat di rumah aja adalah dengan menjadi seorang graphic designer. Kamu bisa memulai dengan mempelajar dasar-dasar menjadi seorang pembuat icon, logo, dan font di youtube. Di sana banyak tutorial singkat cara membuat sebuah icon atau sebuah logo yang bernilai tinggi dan menjadi pendapatan pasif yang bisa kamu dapatkan selama pandemic.
Itulah lima hal yang bisa kamu lakukan saat kamu StayAtHome. Tetap produktif, bukan?

Be Fun! Lakukan 5 hal ini saat StayAtHome



Virus Corana yang melanda Indonesia di awal tahun 2020 menyebabkan ketakutan tersendiri diseluruh lapisan masyarakat. Rasa cemas akan akibat yang disebabkan oleh virus ini selalu terbayang di depan mata seluruh masyarakat Indonesia. Terbatasnya perlengkapan medis di puskemas memberikan kesan seram jika penyakit ini diderita oleh seseorang yang tinggal dipedesaan. Hilanganya pekerjaaan, mahalnya kebutuhan pangan seakan menjadi satu paket lengkap disaat pandemi ini bergejolak pada bulan puasa.
Supaya harimu tetap fun dan gak gampang stress selama di rumah, kamu bisa 5 hal berikut agar harimu tetap menyenangkan.

Dengarkan Musik
Jika suasana hatimu lagi tidak menentu, dengarkanlah music maka ia dapat menenangkanmu. Musik adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan manusia. Alunan music dipercaya dapat meningkatkan keceriaan seseorang dan menimbulkan rasa percaya diri. Menghilangkan rasa cemas dan meningkatkan mood positif sehingga harimu lebih menyenangkan. Ambil smartphonemu lalu coba mengunduh aplikasi pemutur music gratis ataupun premium (JOOX, LangitMusik, dan aplikasi pemutar music yang lain)

Main Game
Bermain game tak selamanya memberikan pengaruh yang buruk bagi kesehatan. Bermain game pada waktu senggangmu dapat meningkatkan mood dan semangat menjalani harimu. Tetap utamakan kegiatan utama dibadingkan bermain game. Jika kamu adalah gamer professional luangkan waktumu untuk makan, istrahat dan olahraga.

Olah raga
Meskipun di rumah aja, olahraga adalah kegiatan wajib. Olahraga dapat meningkatkan peredaran darah dan memberikan rasa segar pada tubuh. Kamu bisa menggunakan halaman depan atau samping rumah untuk melakukan jogging kecil atau sekedar berlari dan berjalan di tempat saja. Jika tidak ada space depan rumah kamu bisa menggunakan ruangan utama di dalam rumah untuk jogging. Jangan lupa memutar music di smartphone biar moodmu tambah bagus.

Menonton Film
Satu judul film memiliki durasi yang panjang. Film Biasanya berdurasi satu hingga dua jam. StayAtHome adalah waktu yang tepat untuk menonton semua film koleksimu. Gunakan waktu istrahat di siang dan sore hari untuk menikmati sebagian dari judul film kesukaanmu. Pilih film laga atau romantisa agar kamu bisa menonton film kesukaanmu tanpa ditemani oleh siapapu. Jika itu Film horror maka kamu harus siap mental tanpa di temani oleh sahabat ataupun tetanggamu.

Saturday, May 2, 2020

StayAtHome Aja



Saat seluruh dunia dilanda Virus Corana maka StayAtHome adalah pilihan yang paling tepat untuk dilakukan. Dikutip dari covid19.go.id, jumlah pasien penderita penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah mencapai 10843 per 02 Mei 2020.

StayAtHome bukanlah sebuah perkara kecil bagi sebagian orang. Kebiasaan hidup yang telah berjalan lama harus dibatasi bahkan harus dihentikan. Tatap muka di sekolah bagi seorang guru ataupun siswa merupakan rutinitas yang biasanya dilakukan tetapi harus diubah mengingat penyebaran virus Covid-19 dapat terjadi melalui kontak fisik.

Siapa yang tidak cemas ataupun khawatir dengan penyebaran virus yang begitu cepat. Sebagai makhluk social tentunya kita tidak bisa menghidari atau membatasi diri untuk keluar rumah walaupun hanya sekedar membeli kebutahan mendesak. Lalu, siapa yang bisa menjamin benda-benda yang kita beli dari pasar bebas dari virus corana? Tak satupun yang bisa menjamin. Oleh karena itu pakai selalu masker saat keluar rumah, lakukan Physical Distancing dan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan berbagai aktivitas.

Friday, May 1, 2020

Social Distancing – Gaya hidup yang tren oleh Virus Corona


Ada banyak gaya hidup yang menjadi trend  dan digandrungi oleh semua lapisan masayarakat. Tren ini biasanya dimunculkan oleh pihak tertentu dan menjadi candu bagi seluruh lapisan masyarakat yang ikut terhipnotis oleh tren yang muncul tersebut. Tren ini biasanya dimunculkan oleh tokoh ternama (artis, penyanyi, politikus, pejabat dan orang kaya). Ada juga mereka dari kalangan biasa yang mencoba nge-tren lewat aplikasi social media (Tik-Tok, Instagram, Facebook dan berbagai aplikasi jejaring social yang lain).

Siapa yang tidak kenal dengan Ojol yang nge-tren sepanjang 2019. Sapaan yang akrab bagi mereka yang mencari nafkah dengan menarik ojek lewat dan mendapat pesanan sewa lewat aplikasi online. Ada juga penggunaan tren penggunaan Drone untuk berbagai kepentingan publikasi, pertanian dan militer.

Gaya hidup yang satu ini dan sangat berbeda dengan tren yang sudah-sudah disebut Social Distancing. Gaya hidup yang tren di tahun 2020 dan menjadi tren yang wajib diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia tanpa terkecuali. Tak ada tokoh dunia ataupun artis terkenal yang menjadi pelopor dari tren ini. Begitu aneh ya? Tren ini booming dengan sendirinya dan jika tidak diikuti akan memberikan dampak besar bagi diri individu itu sendiri. Gak ikut? Nyesel lo…..Sesimpel itu respon masyarakat yang ikut ambil aksi dalam tren ini.

Social distancing merupakan bentuk pembatasan social di seluruh lapisan masyarakat. Social distancing bukanlah semata-mata menjadi pemutusan perilaku social pada diri individu melainkan memberikan suatu batasan yang wajar agar penyebaran virus Covid 19 berhenti. Social Distancing memberikan dampak yang saling menguntungkan pada individu ataupun kelompok yang secara bersama-sama melakukan tren yang dimaksud akan tetapi merugikan jika salah satu pihak melakukanya sedangakan dilain pihak tidak.

Hal termudah yang bias dilakukan dalam Social Distancing (Physical Distancing) adalah: Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, cuci tangan sesering mungkin pakai sabun baik sebelum ataupun setelah melakukan kegiatan, jika haru keluar rumah gunakan masker, hindari bersalaman dengan orang lain dan tetap jaga jarak.

Tuesday, May 10, 2016

BONUS DEMOGRAFIS INDONESIA





A.    Pendahuluan
Bonus Demografi adalah suatu kondisi menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas dalam jangka panjang yang dapat memberikan peluang pada pertumbuhan ekonomi. Indonesia mempunyai peluang untuk dapat menikmati bonus demografi tersebut.  Bonus demografi merupakan sebuah peluang untuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang harus diupayakan dan diraih dengan sebuah kebijakan yang tepat.
Kebijakan-kebijakan yang tepat tersebut diperlukan untuk menyiapkan kualitas sumber daya manusia yang akan masuk ke angkatan kerja; menjaga penurunan fertilitas; menyiapkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja; dan kebijakan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, fleksibilitas pasar tenaga kerja, keterbukaan perdagangan dan tabungan serta dukungan sarana dan prasarana.
Peluang bonus demografi ini semestinya bisa dimanfaatkan secara merata oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia dimanapun berada untuk peningkatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan penduduk. Namun Indonesia dengan kondisi geografis kepulauan, maka pembangunan wilayah pesisir menjadi sangat penting dan strategis. Hal ini mengingat wilayah pesisir pada umumnya merupakan daerah yang tertinggal karena kondisinya cenderung miskin, tingkat pendidikan rendah dan sarana serta prasarana yang kurang memadai.
Wilayah pesisir ini menjadi suatu hal yang strategis berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan wilayah termasuk peningkatan pemanfaatan serta pelestarian lingkungan wilayah pesisir. Sebagaimana diketahui bahwa wilayah-wilayah pesisir pada umumnya juga dihuni oleh penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan maupun pelaku pemanfaatan laut dan darat sekaligus.
Di wilayah pesisir di Indonesia biasanya mengalami masalah seperti: 1) tingkat kemiskinan penduduk pesisir yang tinggi, dimana data tahun 2010 kemiskinan di desa-desa pesisir mencapai 7 juta jiwa yang terdapat di 10.639 desa pesisir. 2) tingginya kerusakan sumber daya pesisir baik karena abrasi maupun karena ulah manusia, 3) rendahnya kemandirian organisasi sosial masyarakat dan lunturnya nilai-nilai budaya lokal, 4) infrastruktur dan kesehatan lingkungan pemukiman sangat minim. Selain keempat masalah ini wilayah pesisir sangat rentan terhadap bencana alam dan perubahan iklim yang cukup tinggi.
Kemiskinan yang tinggi disebabkan oleh karena masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan memiliki keterbatasan baik dari sisi modal, sarana dan prasarana dan masih melakukan perikanan tangkap secara tradisional. Selain itu di wilayah pesisir juga terlihat adanya jaringan ekonomi yang dimulai dari pemilik modal (tauke), nelayan, tengkulak dan lain sebagainya. Kondisi ini juga diperparah dengan mahalnya harga BBM sebagai bahan bakar yang digunakan untuk melaut. Kemiskinan ini juga dipengaruhi oleh minimnya infrastruktur baik infrastruktur sosial, ekonomi maupun transportasi.
Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, mengatakan bahwa potensi laut dan pesisir Indonesia sangat luar biasa dan seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan derajat hidup penduduk tidak hanya wilayah pesisir tetapi juga wilayah lainnya. Hal ini juga senada dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Jokowi yang mengatakan bahwa Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah-daerah dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami akan meletakkan dasar-dasar bagi dimulainya desentralisasi asimetris. Kebijakan desentralisasi asimetris ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasan-kawasan perbatasan, memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global, dan untuk membantu daerah-daerah yang kapasitas berpemerintahan belum cukup memadai dalam memberikan pelayanan publik yang baik. Pernyataan ini sesuai dengan  visi dan misi Presiden Jokowi - JK dalam Nawacita (9 cita-cita) yang merupakan 9 agenda pokok untuk melanjutkan semangat dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan Trisakti yaitu berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

B.    Bonus demografi dan wilayah pesisir
Bonus demografi merupakan suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) mengalami peningkatan yang sangat tinggi, sebagai akibat dari penurunan fertilitas dan mortalitas di masa lampau. Peningkatan jumlah penduduk usia kerja ini sangat menguntungkan di bidang ekonomi, karena beban ketergantungan akan mencapai titik terendah, artinya setiap penduduk produktif hanya akan menanggung sedikit penduduk yang tidak produktif. Secara ekonomi suatu negara atau wilayah yang mengalami bonus demografi, akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan baik, dengan catatan apabila bonus tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Bonus Demografi ditandai dengan rendahnya angka beban ketergantungan, sebagai akibat dari menurunnya angka kelahiran dan kematian dalam jangka panjang, yang merubah struktur umur penduduk. Perubahan struktur umur penduduk tersebut, secara teori memberikan keuntungan ekonomi, karena jumlah penduduk produktif jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk non produktif. Jika keadaan ini kemudian dibarengi dengan perluasan lapangan kerja yang mampu menyerap seluruh penduduk produktif, maka implikasinya adalah peningkatan status ekonomi masyarakat. Penduduk produktif yang bekerja hanya akan menanggung penduduk tidak produktif dalam jumlah yang sedikit, sehingga kelompok ini akan mampu menyisihkan penghasilan mereka untuk menambah tabungan keluarga. Tabungan keluarga ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam keluarga tersebut.
Pemanfaatan bonus demografi harus dilakukan dengan meningkatkan kualitas penduduk agar mampu berperan dalam pasar kerja, membuka peluang pekerjaan seluas-luasnya sehingga sebagian besar angkatan kerja tersebut dapat terserap dalam pasar kerja. Apabila tidak dapat memanfaatkan momentum bonus demografi, maka akan terjadi apa yang disebut dengan petaka demografi, karena secara perlahan-lahan angka beban ketergantungan akan meningkat kembali, sejalan dengan peningkatan penduduk usia lanjut akibat peningkatan usia harapan hidup. Angka beban ketergantungan terutama beban ketergantungan penduduk tua berakibat pada beban di masa yang akan datang.
Indonesia sudah memasuki bonus demografi pada tahun 2015-2035. Oleh karena itu pemerintah melalui kementerian desa dan kementerian kelautan terus melakukan berbagai program pembangunan yang akan mendukung pemanfaatan bonus demografi tersebut. Pemanfaatan bonus demografi tersebut maka akan menambah tabungan keluarga dan menambah investasi untuk peningkatan kualitas hidup penduduk karena pada dasarnya pembangunan Indonesia dimulai dari desa.
Bagaimana bonus demografi berpengaruh pada penduduk di wilayah pesisir? Wilayah pesisir yang dicirikan pada desa-desa pesisir, pada umumnya memiliki jumlah penduduk yang tidak sebanyak desa-desa non pesisir. Namun desa pesisir yang pantainya menjadi area wisata, akan meningkat dengan cepat jumlah penduduknya karena migrasi masuk. Dan migrasi masuk ini adalah migrasi penduduk yang berada pada usia kerja. Mereka masuk untuk ikut berusaha dan mencari kerja di desa-desa pesisir yang berkembang menjadi daerah wisata. Akibatnya akan terjadi persaingan dengan penduduk lokal dalam hal mencari mata pencaharian. Jika diperhatikan lebih jauh, penduduk lokal desa-desa pesisir pada umumnya bekerja di sektor pertanian dan perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya. Mereka pada umumnya memiliki pendidikan yang lebih rendah dibandingkan penduduk migran.
Oleh sebab itu sebagai wilayah yang mempunyai potensi baik untuk wisata maupun meningkatkan perekonomian dari sektor perikanan, budidaya ikan maupun sumber ekonomi kreatif, wilayah pesisir harus didorong untuk mampu memanfaatkan bonus demografi yang sedang berlangsung sehingga tercapai kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup. Masalahnya saat ini, data desa-desa pesisir baik data penduduk dengan segala karakteristiknya, data perekonomian, data potensi dan produk unggulan, kondisi geografi, termasuk data permasalahan belum tersedia dengan baik. Data BPS yaitu PODES, baru menyajikan kondisi desa-desa pesisir dilihat dari fasilitas umum, matapencaharian dan infrastruktur wilayah. Sementara data kependudukan yang tersedia sampai saat ini tidak dapat menyajikan sampai tingkat desa, kecuali Sensus Penduduk. Sensus Penduduk hanya tersedia setap 10 tahun sekali, sehingga diperlukan suatu upaya untuk menyusun proyeksi penduduk jika ingin memperoleh data penduduk di desa tertentu pada tahun-tahun di luar tahun Sensus Penduduk. Padahal data kependudukan sangat diperlukan untuk mendorong pembangunan desa desa pesisir dalam rangka menyambut bonus demografi.
Data yang paling ideal untuk menyajikan data dasar kependudukan di desa pesisir adalah data yang diperoleh dari dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Karena data ini dikumpulkan setiap hari, bersifat real time dan termutakhirkan setiap hari. Hanya saja pengumpulan data melalui registrasi penduduk dan pencatatan sipil ini masih belum sempurna, karena cakupan data kejadian vital (kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian dan adopsi) masih rendah. Metode pencatatan yang bersifat pasif, kesadaran masyarakat, dan faktor-faktor lain diduga menjadi penyebab hal ini.
Jika kondisinya demikian bagaimana untuk melihat desa pesisir mengalami bonus demografi atau tidak? Bagaimana mempersiapkan desa-desa pesisir ini untuk menghadapi bonus demografi? Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati kondisi kependudukan, sosial ekonomi maupun potensi yang dimiliki suatu desa pesisir, dalam konteks kabupaten pesisir untuk melihat apakah desa-desa pesisir ini dapat meningkatkan diri untuk mengejar ketertinggalan dibanding desa-desa non pesisir lainnya. Tentu saja analisis yang dilakukan tidak hanya didasarkan pada data semata tetapi juga expert judgment untuk mampu melihat keterkaitan kondisi desa pesisir dengan kondisi kabupaten pesisir secara keseluruhan.

C.     Kesimpulan
1.     Kemiskinan di daerah pesisir harus segera ditanggulangi. Pemerintah melalui kementerian desa diharapkan mampu meningkatkan produktifitas penduduk dengan bantuan dana desa yang memberikan kesempatan kepada desa pesisir untuk meningkatkan potensi-pontensi yang ada di daerahnya.
2.     Perbaikan infrastruktur di daerah pesisir harus terus dilakukan. Sekolah, rumah sakit, air bersih dan listrik harus mendapat perhatian khusus.
3.     Bonus demografi hanya didapatkan jika adanya penurunan angka kelahiran dan kematian dalam jangka panjang. Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah harus seimbang. Pemerintah terus memberikan pemahaman pentingnya Keluarga Berencana (KB) dan masyarakat juga memiliki pengetahuan dan kesadaran bahwa keluarga berencana memberikan dampak yang baik bagi kesehatan dan kemakmuran keluarga yang pada akhirnya turut menyubangkan kesejahteraan bangsa.

Sumber:
BKKBN. Pemetaan karakteristik penduduk pesisir dan kepulauan untuk mencapai bonus demografi. Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2015. Jakarta.

Penyebab Hasil Kreativitas Anda Kurang Dihargai : Kependudukan (2)



Ada lima penyebab penyebab utama tingginya tingkat pembajakan di Indonesia. Diantaranya adalah sebagai berikut.
1.     Ekonomi
2.     Pendidikan
3.     Minat/permintaan
4.     Teknologi
5.     Aturan dan UU
Pada postingan Penyebab Hasil Kreativitas Anda Kurang Dihargai : Kependudukan (1) telah dijelaskan bahwa buruknya ekonomi masyarakat Indonesia memberi pengaruh yang signifikan terhadap pembajakan perangkat lunak, film, dan musik. Anda dapat melihat postingan tersebut di sini.
2. Pendidikan
Pada tahun 2014, pada tingkat pendidikan terendah, penduduk Indonesia yang telah tamat SD adalah 118147 ribu orang dan pada tingkat tertinggi, penduduk Indonesia yang telah menamatkan diri di perguruan tinggi adalah 88171 ribu orang. Perhatikan gambar berikut.
 
Seseorang yang berpendidikan tinggi mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk membeli perangkat lunak, film, dan musik yang asli dibandingkan dengan mereka yang tidak. Hal ini disebabkan oleh daya beli seorang warga negara yang berpendidikan tinggi lebih besar dari pada daya beli seorang warga negara yang berpendidikan rendah.
Pada masa yang akan datang akan terjadi perubahan komposisi tenaga kerja, jika dilihat dari latar belakang pendidikannya. Hal menarik adalah pada tahun 2010 sekitar 7,5% dari angkatan kerja yang memiliki pendidikan tamat Pendidikan Diploma sampai universitas. Diperkirakan sampai tahun 2025 penduduk yang menamatkan pendidikan tinggi (baik pendidikan komunitas, kepoliteknikan dan universitas) akan mencapai 16% dari distribusi keseluruhan tenaga kerja.
 
Demikian juga upaya untuk meningkatkan mutu tenaga kerja selain meningkatkan proporsi mereka yang berpendidikan tinggi, juga memperkuat jumlah penduduk yang mengecap pendidikan menengah. Jelas terlihat bahwa pendidikan vokasional jenjang menengah akan mendominasi untuk menyediakan tenaga kerja terdidik. Komposisinya akan ditingkatkan dari sekitar 14,7 per sen menjadi 20%, pertambahan juga terjadi pada kelompok yang menamatkan pendidikan menengah atas umum. Tetapi yang jelas, pendidikan yang hanya menamatkan pendidikan SD diperkirakan hanya tersisa menjadi 30% dari sekitar 50,4% pada tahun 2025.
3. Minat/Permintaan
Hukum permintaan dan penawaran dalam ekonomi adalah semakin rendah harga suatu barang maka semakin banyak jumlah barang yang akan diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah barang yang akan diminta akan semakin berkurang. Hal menarik adalah hukum permintaan ekonomi tersebut berlaku pada peredaran salinan ilegal perangkat lunak, film dan musik di pasar.
Tingkat kesadaran masyarakat tentang hak kekayaan intelektual juga mempengaruhi pemakaian salinan ilegal. Kesadaran masyarakat tentang hak kekayaan intelektual yang masih sangat rendah menyebabkan tingkat penggandaan hasil karya orang lain secara ilegal sangat besar.  
4. Teknologi
Teknologi yang semakin berkembang memberikan kesempatan untuk menyalin hasil karya seseorang dengan cepat, mudah dan murah. Tersedianya mesin salinan yang canggih, proses pertukaran file dan akses internet yang semakin cepat turut ambil bagian dalam peredaran dan penggandaan hasil karya seseorang secara ilegal.
5. Peraturan dan Undang-Undang
Salah satu dampak yang ditimbulkan dari pelanggaran hak cipta adalah timbulnya sikap dan pandangan bahwa pembajakan merupakan hal biasa dalam kehidupan masyarakat dan tidak lagi merupakan tindakan melanggar hukum.
Semakin maju suatu negara maka tingkat ketergantungan terhadap modal intelektual yang dapat diperbaharui dan tergantikan akan semakin tinggi. Kemajuan negara bergantung pada karya yang dihasilkan oleh masyarakatnya. Oleh karena itu, regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah harus ditaati dan dihormati sehingga semangat mencipta sebuah karya terus berkembang.
Kesimpulan
Beberapa Permasalahan yang kompleks di atas memiliki satu akar permasalahan. Akar permasalahan tersebut adalah kependudukan. Jumlah penduduk yang besar memberikan pengaruh yang buruk terhadap ekonomi masyarakat. Jumlah anggota keluarga  sangat berpengaruh terhadap kemampuan sebuah keluarga memiliki rumah yang sehat, pendidikan sehingga pada akhirnya tercipta sumber daya manusia yang memiliki produktifitas dan efesiensi yang tinggi. Knowledge based economy akan tercipta dari generasi-generasi yang memiliki kesadaran akan pentingnya menghargai Hasil Kekayaan Intelektual seseorang.

Sumber:
Hidayat, Rudi. Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2011. Jakarta : Erlangga
M, David. Masalah Kependudukan di Negara berkembang. 1985. Jakarta : PT. Bina Aksara
Bps.go.id

Tuesday, April 5, 2016

Penyebab Hasil Kreativitas Anda Kurang Dihargai : Kependudukan (1)



Hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan bahwa pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) masih terus dilakukan dalam dunia pendidikan, khususnya diperguruan tinggi. Berdasarkan penelitian tersebut pelanggaran HAKI yang paling banyak dilakukan adalah fotokopi buku dengan persentase 79% oleh dosen dan 54,7% oleh mahasiswa.[1]
Ada 4 (empat) cara menghargai hasil karya orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan software yang asli atau dengan membeli nomor lisensi.
2. Tidak melakukan duplikasi, membajak, atau menyalin tanpa seizin perusahaan/pemilik.
3. Tidak memodifikasi (mengubah), menguruangi, atau menambah hasil karya orang lain tanpa seizin perusahaan/pemilik.
4. Tidak melakukan untuk tindakan kriminal.
Berdasarkan penelitian Business Software Alliance (BSA) pada tahun 2009, buruknya tingkat penghargaan hasil karya orang lain menempatkan Indonesia pada urutan ke 12 sebagai negara dengan tingkat pembajakan tertinggi di dunia.
Undang-Undang hak Cipta No 19 Tahun 2002 Pasal 72 dengan tegas memberi sanksi kepada mereka yang sengaja atau tanpa sengaja melakukan pelanggaran terhadap hasil kreativitas orang lain. Sanksi paling ringan ( 1 bulan penjara dan denda Rp. 1.000.000 rupiah) dan sanksi paling berat ( 5 tahun penjara dan denda Rp. 1.500.000.000 rupiah) tersedia bagi mereka yang melakukan pelanggaran hak cipta.
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) turut ambil bagian dalam perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia. Ke dua Undang-Undang tersebut dianggap “nyeleneh” serta tidak memberikan dampak jera kepada mereka yang melakukan pembajakan software, film, dan lagu. Dengan nyata mereka dapat mendistribusikan hasil bajakan tersebut dengan bebas hingga pinggir jalan sekali pun.
Sebuah survey sederhana dilakukan oleh penulis di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Lahewa Kabupaten Nias Utara. Survey ini sejalan dengan profesi penulis sebagai guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di kelas X pada materi pelajaran “Ketentuan dan Aturan dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi.”
 Dari 42 orang siswa yang diberi tugas “mengapa tingkat pembajakan di Indonesia masih tinggi?”  didapatkan hasil bahwa ekonomi masyarakat merupakan penyebab utama tingginya tingkat pembajakan di Indonesia.
 
Dari data tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa 32 orang siswa memilih ekonomi sebagai penyebab utama  tingkat pembajakan yang semakin tinggi di Indonesia. Angka ini menyumbang 76% dari semua siswa. Pendidikan 14%, Minat atau permintaan masyarakat terhadap software bajakan menempati posisi ke tiga yaitu 5%. Teknologi yang semakin canggih dan aturan serta sanksi yang kurang tegas dari pihak yang berwenang menempati urutan ke empat dan ke lima.
Dari survey kecil tersebut, buruknya ekonomi masyarakat menjadi penyabab utama tingginya tingkat pembajakan di Indonesia. Apakah buruknya ekonomi masyarakat merupakan faktor utama? Penjelasannya adalah sebagai berikut.
1.     Ekonomi
Upah minimum tenaga kerja di Indonesia berada pada angka Rp. 1.500.000 rupiah. Angka diperoleh dari pendapatan rata-rata tenaga kerja Indonesia hingga awal tahun 2015. Pada tahun 2015, Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 252 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,99% pertahun (2010-2014). Jika usia produktif berada pada usia 19 tahun ke atas maka sekitar 5 juta penduduk Indonesia tidak mendapat penghasilan Rp. 1,5 juta rupiah setiap bulannya. 5 juta penduduk ini tidak memiliki pekerjaan. Penghasilan Rp. 1,5 juta rupiah setiap bulan yang diperoleh oleh sebagian tenaga kerja di Indonesia tentu sangat besar jika dibandingkan dengan penghasilan tenaga kerja profesional seperti guru yang mengabdi sebagai honorer di desa dengan penghasilan Rp. 300 ribu rupiah setiap bulannya. Apakah penghasilan tenaga kerja ini perlu direvisi kembali? Statistik Indonesia 2016 diharapkan dapat menjawabnya.
 
5 juta penduduk Indonesia tidak bekerja. Jelas, mereka bukanlah individu yang mempu membeli sofware, film, dan lagu yang asli. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengangguran menyumbangkan 2% sebagai penyebab tingkat pembajakan di Indonesia masih tinggi. Masalah yang timbul adalah tingginya angka pengangguran.
Jika Rp. 1.500.000 merupakan penghasilan untuk semua jenis pekerjaan maka permasalahan yang muncul adalah pendapatan masyarakat Indonesia rendah. Jika pemisalan dilakukan untuk penduduk Indonesia yang masih meniti karir/kuliah/menuntut ilmu pada usia 20-24 tahun, maka 10,5 juta penduduk Indonesia pada usia 25-60 tahun memiliki masalah pada pendapatan yang rendah. Angka ini menyumbang 4,2% sebagai penyebab tingginya angka pembajakan di Indonesia. Harga perangkat lunak yang mencapai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah tidak mampu dibeli dari sisa pendapatan yang diperoleh.
Jika usia produktif adalah 25-60 tahun dan telah memiliki keluarga, maka masalah yang dihadapi adalah biaya hidup keluarga besar. Secara keseluruhan, setiap rumah tangga di Indonesia memiliki anggota keluarga 4 orang. Penghasilan orang tua (ayah+ibu) Rp. 3.000.000 rupiah setiap bulannya harus dapat memenuhi kebutuhan satu keluarga. Besarnya biaya hidup menyumbang 35% sebagai penyebab angka pembajakan di Indonesia masih tergolong tinggi.

Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa buruknya ekonomi masyarakat  menyumbangkan angka yang besar yaitu 41,5% sebagai penyebab rendahnya penghargaan terhadap kreativitas orang lain di Indonesia.
Dari penjelasan di atas, buruknya ekonomi masyarakat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penghargaan hasil kreativitas orang lain di Indonesia. Permalahan yang timbul adalah buruknya ekonomi masyarakat. Akar dari permasalahan tersebut adalah kependudukan. Perhatikan penjelasan berikut ini.
Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke empat sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Badan PBB Bidang Kependudukan juga telah memprediksi bahwa Indonesia akan masuk ke dalam lima negara penyumbang pertambahan penduduk dunia sampai tahun 2050 bersama dengan India, Pakistan, Brazil dan Nigeria.
Setiap tahun Indonesia mengalami pertambahan penduduk. Pada tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia 252 juta jiwa dan akan terus bertambah setiap tahun. Jika program Keluarga Berencana (KB) berhasil maka pada tahun 2050 penduduk Indonesia berada pada angka 320 juta jiwa tetapi jika program KB gagal maka pada tahun yang sama penduduk Indonesia akan mencapai 390 juta jiwa.
Secara logika, pertambahan penduduk setiap tahun akan berdampak baik bagi Indonesia. Semakin banyak penduduk maka barang dan  jasa yang dihasilkan juga akan semakin banyak.
“barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara tidak semata-mata tergantung pada jumlah penduduk saja, tetapi lebih pada efektifitas dan produktifitas”
Ternyata kalimat yang menyatakan “semakin banyak penduduk maka barang dan  jasa yang dihasilkan juga akan semakin banyak” adalah salah. Pada tahun 2014, GDP (Gross Domestic Bruto) Indonesia berada pada angka 5,0 dengan jumlah pendududk 252 juta jiwa. Hal ini tidak sebanding dengan negara Filipina pada tahun yang sama, Real GDP berada pada 6,1  dengan jumlah penduduk 100 juta jiwa. Dari data tersebut sangat jelas bahwa barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara tidak semata-mata tergantung pada jumlah penduduk saja, tetapi lebih pada efesiensi dan produktivitas penduduk tersebut.
Banyak ada banyak rezeki. Kalimat ini sungguh bertolah belakang jika diterapkan pada kehidupan berumah tangga dewasa ini. Bukankah suatu pekerjaan akan cepat selesai jika dikerjakan oleh banyak orang? 7,7 juta jiwa penduduk Indonesia sedang menganggur. Permasalahan ini timbul apabila setiap peningkatan penduduk menyebabkan suatu penyusutan pada sumber penghasilan perkapita yang wajar.
“Permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini adalah alat pemenuhan kebutuhan terbatas”
Setiap keluarga yang telah terbentuk menginginkan keluarga yang sejahtera. Kesejahteraan keluarga bisa diartikan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup keluarga berupa kebutuhan jasmani (makanan bergizi, pakaian, perumahan dan sebagainya) dan kebutuhan rohani (keamanan, cinta kasih, kedamaian dan kebahagiaan). Jika sebuah keluarga memiliki 4 orang anak dengan penghasilan 1,5 juta setiap bulannya maka dapat dipastikan semua kebutuhan anggota keluarganya tidak terpenuhi. Jumlah anggota keluarga sangat berpengaruh terhadap kemampuan sebuah keluarga memiliki rumah yang sehat.
Buruknya ekonomi masyarakat berdampak pada kemiskinan. Hubungan antara kemiskinan dan jumlah penduduk merupakan hubungan yang kompleks. Namun banyak studi pada tingkat rumah tangga memperlihatkan bahwa tingkat kelahiran yang rendah akan meningkatkan pendapatan bagi perempuan (ibu) dan keluarga yang kecil memiliki kemampuan besar dalam menyekolahkan anaknya. Studi lain memperlihatkan bahwa penurunan kemiskinan berdampak pada peningkatan partisipasi perempuan dalam lapangan kerja sehingga meningkatkan pendapatan keluarga dan pada akhirnya mengentaskan kemiskinan.
Kepadatan penduduk juga akan mempengaruhi pada kebutuhan pangan, energi dan air. Badan PBB untuk urusan pangan (FAO) memperkirakan bahwa kebutuhan pangan dunia pada tahun 2050 akan meningkat 70% dari kondisi saat ini, dengan asumsi penduduk dunia pada tahun 2050 berjumlah sekitar 9,3 miliar. Lalu bagaimana jika penduduk dunia meningkat menjadi 10,6 miliar? Sudah bisa dipastikan kebutuhan untuk lapangan kerja, infrastruktur, dan pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perumahan akan semakin naik.
Dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk yang besar memberikan pengaruh yang besar terhadap ekonomi masyarakat. Jumlah anggota keluarga menentukan jumlah penduduk. Jumlah anggota keluarga  sangat berpengaruh terhadap kemampuan sebuah keluarga memiliki rumah yang sehat, pendidikan sehingga pada akhirnya tercipta sumber daya manusia yang memiliki produktifitas dan efesiensi yang tinggi. 2 anak lebih baik.
Sumber:
Hidayat, Rudi. Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2011. Jakarta : Erlangga
M, David. Masalah Kependudukan di Negara berkembang. 1985. Jakarta : PT. Bina Aksara
Bps.go.id


[1] Yrci.or.id, Wow, Fotocopi Buku Jadi Lahan Dosen Cari ‘Sampingan’, www.yrci.or.id/undanga-seminar-international/, diakses 5 April 2016, jam 08.40 WIB

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More