This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, April 12, 2014

Masalah Kependudukan : Ancaman Banjir #4

Hujan yang melanda kota Medan, 12 April 2014 telah membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Salah satu penyebabnya adalah sampah. Mari kita jaga lingkungan kita!




Thursday, April 10, 2014

Masalah Kependudukan : Benarkah Hanya Orang Miskin yang Terima Raskin? #3

Program beras untuk masyarakat miskin (raskin) masih bermasalah, salah satunya adalah karena tidak tepat sasaran. Patokan orang  miskin yang dituju oleh pemerintah pusat dalam perencanaan selalu meleset seperti dikutip dari Detik Finance.
Tahun 2014, misalnya raskin disiapkan untuk menjangkau 15,5 juta Rumah Tangga Miskin (RTS) dengan jatah 15 kg per RTS per bulan selama 12 kali (setahun). Anggarannya adalah sebesar Rp 18,8 triliun.
Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan perencanaan jumlah penerima raskin diawali dengan asumsi data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian diolah oleh tim yang berada di bawah Kemenko Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra).
"Pemda sudah ada manajemen tersendiri yang mengurusi hal itu. Tapi itu tidak menggunakan data 15,5 juta RTS yang dipunya tadi saat awal. Jadi pembagiannya sudah berbeda," kata Askolani.
"Ada bantuan-bantuan penyaluran dari kelompok masyarakat di sana. Ada yang dekat dibagi, padahal bukan orang miskin, misalnya cuma setengah miskin atau orang mampu sebenarnya karena kenal juga dibagi," imbuhnya.

Berdasarkan data BPS, pada bulan September 2013 penerima raskin adalah sebesar 34,6 juta RTS dengan besaran 16,87 kg. Padahal seharusnya adalah 15,5 juta RTS dengan 30 kg per RTS. Karena ada tambahan raskin sebagai dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jefriando, maikel, 2014, Benarkah Hanya Orang Miskin yang Terima Raskin Tiap Bulan? p.1-2, http://finance.detik.com/read/2014/04/11/072513/2551853/4/1/benarkah-hanya-orang-miskin-yang-terima-raskin-tiap-bulan . 11 April 2014 (08:45)

Wednesday, April 9, 2014

Masalah Kependudukan : Indonesia Kehilangan Trotoar #2

Ruang publik di kota-kota besar Indonesia tampak tidak beraturan. Hal ini disebabkan oleh ruang publik tersebut diperubutkan oleh banyak pihak.  Pihak-pihak tersebut adalah pengguna lalu lintas, pedagang kaki lima, pejalan kaki, pengguna tempat parkir, dan pengguna papan reklame yang tidak berturan. Tempat-tempat tertentu diperebutkan juga oleh kelompok masyarakat kecil yang melakukan kegiatan ekonomi dan kelompok masyarakat atas dan menengah yang ingin melakukan aktivitas rekreasi, olahraga, maupun santai sejenak.

Sahabat muda, inilah persoalan ruang publik kota di negara Indonesia. Berbagai upaya untuk mengurangi persoalan ruang publik tampaknya belum membuahkan hasil. [1] Wakil Menteri Pekerjaan Umum (WamenPU) Hermanto Dardak mengungkapkan penataan ruang di Indonesia masih menjadi perhatian khusus : “Upaya membuat ruang terbuka hijau itu nggak mudah. Untuk ruang yang sehat di perkotaan itu kita perlu 30% ruang terbuka hijau. 10 private di perumahan, dan 20% publik," Suatu hal yang ironis bahwa Indonesia memiliki lahan yang sangat luas memiliki persoalan dengan ruang publik.
Di kota Medan. Trotoar sebagai tempat bagi pejalan kaki telah beralih fungsi menjadi tempat pedagang kaki lima. Lalu pernahkah kita mengintip perjuangan pedagang kaki? Sahabat muda, pedagang kaki lima mempunyai suka dan duka yang terkadang memberikan sebuah pertanyaan yang besar, “siapakah yang salah”? PKL merupakan masyarakat yang berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Lalu, pertanyaan berikutnya adalah apa penyebabnya?

Ke-dua pertanyaan di atas akan dijawab oleh penyebab yang berikut ini:
1. Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat. Persoalan PKL yang menjamur berkaitan dengan minimnya sektor formal yang mampu menampung mereka dan rendahnya SDM. Hal ini berpengaruh pada kesempatan kerja yang layak.

2. Kemampuan pemerintah mengantisipasi, merencanakan, dan mengaplikasikan kawasan yang tertata secara ideal dibarengi dengan komitmen masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam mewujudkan ruang publik yang ideal.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Haryono, Paulus, 2007, Sosiologi Kota Untuk Arsitek, Jakarta : Bumi Aksara
Suhendra, zulfi, 2013, Wamen PU: Kita Punya PR Panjang Wujudkan Tata Ruang yang Baik, http://finance.detik.com/read/2013/11/10/132439/2408595/4/wamen-pu-kita-punya-pr-panjang-wujudkan-tata-ruang-yang-baik. 09 April 2014 (13:11)

Tuesday, April 8, 2014

Masalah Kependudukan : Parit Menggantikan Tong Sampah #1

Sahabat muda, saya mengutip sebuah kalimat dari sebuah topik “lingkungan pada sebuah surat kabar [1]. Judul yang “nyeleneh,” yaitu “Ketika Parit Menggantikan Tong Sampah,” tapi sungguh menggambarkan kebiasaan kita sehari-hari. Kalimat “masalah sampah dan lingkungan bias dilihat sebagai masalah mental masyarakat,” memberikan sebuah penegasan bahwa kita harus memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan kita. Sahabat muda, setiap dari kita menghasilkan sampah sekitar 2,5 liter per hari [2]
Angka 2,5 liter merupakan angka yang akan besar jika faktor pengalinya juga besar. Sahabat muda, Coba bayangkan sampah tersebut disatukan, maka Indonesia mampu menghasilkan 625 juta liter sampah setiap harinya. Jadi, berapa volume candi Borobudur sampah yang telah kita hasilkan?
Sahabat muda, akar dari permasalahan adalah jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak. Benar adanya bahwa masalah sampah dan lingkungan bias dilihat sebagai masalah mental masyarakat. Inilah penyebab ke-dua.
Langkah sederhana berikut ini bisa memberikan dampak yang besar pada lingkungan.
1. Biasakan meletakkan keranjang sampah di dalam ruangan/kamar. Untuk mahasiswa yang agak malas untuk membuang sampah, cara ini adalah yang paling efektif karena kita lebih peka dan segera membuangnya setelah keranjang penuh.
2. Untuk sahabat muda yang sering berbelanja di pasar. Disarankan membawa keranjang/tas belanja. Hal ini dapat mencegah banyak plastik yang terbawa oleh kita saat berbelanja.
3. Buanglah sampah pada tempatnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1] Nasib, 2013. Ketika Parit Menggatikan Tong Sampah. Harian Analisa. 15 Desember. Halaman 19. Medan.

[2] Kebersihan. jakarta. go. id, Pengolahan Sampah, p.1, 2014, http://kebersihan.jakarta.go.id/index.php/article-pengelolaan-sampah/item/82-pengelolaan-sampah. 27 Maret 2014 (9:55).

Inilah Indonesia

Inilah Indonesia
Sahabat muda, dipenghujung tahun 2013, hampir semua buruh di kota – kota besar di Indonesia melakukan demo agar UMR dan UMK naik. [1] Jika buruh di Surabaya meminta kenaikan upah di atas lima ratus ribu rupiah, lalu bagaima di kota lain? Berapa besar kenaikan upah tersebut? Sahabat muda itu semua bukan kajian kita. Inilah negara kita, Indonesia. Apakah ini semua diakibatkan oleh pendapatan dan pengeluaran yang dikeluarkan masing – masing keluarga tidak seimbang? Ya. Sahabat muda. Itulah jawaban yang tepat. [2] Satu hal yang perlu kita ketahui, dengan bertambahnya upah buruh maka angka pengangguran juga bisa bertambah.
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun. Sensus penduduk yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata – rata pertambahan jumlah penduduk 4,3 juta per tahun (2008 – 2011). Sebuah angka yang sangat besar ketika kita membandingkan dengan Mexico (luas wilayah hampir sama dengan Indonesia) dengan pertambahan penduduk 1,4 juta setiap tahunnya (2008 – 2011). Perhatikan Tabel. 1! Apakah pertambahan jumlah penduduk tersebut bermanfaat baik untuk negara kita?


          Pada tahun 2011, negara kita memiliki 23687 (ribu) penduduk dengan usia 0 – 4 tahun.  Angka ini meningkat sekitar 4,45% dari 22678 (ribu) pada tahun 2010. Usia 60 tahun ke atas berada pada angka 18801 (ribu) pada tahun 2011 dan 18043 (ribu) pada tahun 2010 atau meningkat sekitar 4,2% (Data lengkap pada Tabel. 2). Dari angka ini bisa kita simpulkan bahwa tingkat kelahiran di Indonesia lebih besar dari tingkat kematian.
Fakta yang lain yang perlu diketahui oleh sahabat muda adalah pengangguran.  Pada Tabel. 3, angka pengangguran pada tahun 2011 adalah 7,7 juta atau sekitar 3,15% dari total penduduk. Setengah menganggur berada pada angka 13,52 juta atau sekitar 5,54% dari total penduduk. Lalu dimanakah posisi sahabat muda sekarang? Menganggur atau setengah menganggur? Pertanyaan ini akan terjawab pada sensus penduduk tahun depan.
          Lalu bagaimana persentase penduduk Indonesia menurut tingkat pendidikan tertinggi? Pada tahun 2011, 20,56 juta (8,42%) penduduk indonesia tidak pernah sekolah, 28,84 juta (11,82%) lulus SD, 18,87 juta (7,73%) lulus SLTP dan 23,68 juta (9,7%) lulus SMTA. Kita cukup berbangga hati dengan angka 8,05 juta (3,3%) penduduk Indonesia telah lulus perkuliahan. Perhatikan Tabel. 4!
Fakta yang lain yang tidak kalah penting adalah kemiskinan. Pada Tabel. 5, penduduk miskin yang tinggal di pedesaan 15,12% dan 8,78% penduduk yang tinggal di perkotaan tergolong dalam keluarga miskin. Inilah Indonesia. Human Development Index (HDI) 2012 menyatakan Indonesia berada pada urutan 121 pada kategori Medium Human Development. Angka ini sangat jauh jika bandingkan dengan Malaysia yang berada pada urutan 64 pada kategori High Human Development.
Dari semua fakta kehidupan bangsa ini, maka bisa kita simpulkan bahwa akar permasalan Indonesia adalah kependudukan. Solusinya adalah penduduk Indonesia usia 15 – 44 tahun atau 49 % dari jumlah seluruh penduduk harus mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kepadatan jumlah penduduk dan yang lebih penting adalah pendidikan Keluarga Berencana telah didapatkan jauh sebelum sahabat muda merencanakan perkawinan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
[1] Detik.com, “Usulan UMK 2014 Surabaya Direvisi, Buruh Minta Rp 2,7 Juta”, p.1, 2013. http://news.detik.com/surabaya/read/2013/11/19/165215/2417460/475/usulan-umk-2014-surabaya-direvisi-buruh-minta-rp-27-juta.

[2] Detik.com, “Upah Buruh Naik, Pengangguran Bisa Bertambah”, p.1, 2013. http://finance.detik.com/read/2013/11/09/103345/2408166/4/upah-buruh-naik-pengangguran-bisa-bertambah.

Monday, April 7, 2014

Ecopology Indonesia


Ekologi (wikipedia) adalah  ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya.  Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Populasi (wikipedia) adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama (spesies) yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan bereproduksi di antara sesamanya. Konsep populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika. Ekologiwan memandang populasi sebagai unsur dari sistem yang lebih luas. Populasi suatu spesies adalah bagian dari suatu komunitas. Selain itu, evolusi juga bekerja melalui populasi.
Ecopology Indonesia merupakan Ecology Populasi Indonesia. Pertumbuhan penduduk Indonesia memberikan dampak yang besar pada lingkungan. Dampak tersebut bisa memberikan hal yang baik dan bisa juga menimbulkan hal merugikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keragaman budaya, pemikir dan pemikiran yang baru akan timbul seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi akan memberikan banyak perubahan pada pola pikir masyarakat. Masalah banjir, kemiskinan, tindakan kriminal dan sumber daya yang semakin berkurang merupakan dampak negatif yang ditimbulkannya.
            Ecopology Indonesia merupakan sebuah blog yang berisi tentang masalah dan solusi yang timbul dari pertumbuhan penduduk Indonesia terhadap lingkungan. Blog ini memberikan sisi pandang yang berbeda dari masalah yang timbul dari pertumbuhan penduduk Indonesia dan bagaimana pertumbuhan penduduk itu menjadi kunci dari permasalahan yang timbul. Lingkungan adalah populasi itu sendiri.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More